Tampilkan postingan dengan label Cinta Diam-Diam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Diam-Diam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Mei 2011

Cinta Diam-Diam Part 1

Bias-bias matahari, menjadi alarm alam untuk membuka mata di pagi yang cerah ini. Begitu juga dengan gadis itu. Sejenak ia memandangi sekelilingnya. Semua nampak baru dan asing baginya. Namun sedetik kemudian ia tersadar, sejak semalam, hidupnya telah berubah.

Ia tidak lagi ada di kamarnya yang tidak terlalu besar, dengan cat ungu muda serta gambar kupu-kupu di dindingnya, tidak lagi mendapati burung kecil yang suka bertengger di jendela tepat di samping tempat tidurnya, dan tidak lagi tidur di ranjang ukuran satu orang yang penuh oleh boneka-bonekanya.

Kamar barunya ini, dua atau malah tiga kali lebih besar. Dindingnya berwarna gradasi pink tua dan pink muda. Walpaper bermotif bunga menambah kesan kelembutannya. Tempat tidurnya bisa menampung tiga orang sekaligus. Satu set peralatan elektronik lengkap tersedia disini. Ia bahkan mempunyai telepon sendiri di kamarnya. Dan kamar mandi pribadi beserta lemari-lemari pakaian besar yang mampu memuat beratus-ratus lembar baju tentunya.

Cinta Diam-Diam "Intro.."

15 agustus 2009.

Denting-denting nada kepiluan, masih terasa sebagai latar yang tepat di ruangan ini. Mengisi setiap sudut-sudutnya dengan air mata kehilangan. Berbaur dengan kesedihan, gadis itu, satu-satunya orang di tempat ini. 
Membenamkan wajahnya di bantal, membiarkan isakan tangisnya tersamar disana. Kalimat-kalimat penghiburan yang beberapa saat lalu menghampirinya, tidaklah begitu berarti.

Ia mencoba mengangkat wajahnya, menyeka sisa-sisa air di pipinya. Namun semua hanya sia-sia, ketika tidak sampai lima detik kemudian, rinai air itu kembali turun dari kedua matanya.